Bagian tersulit dalam penerapan TIK

in-action-on-dishub

Pagi ini saya diminta oleh supervisor saya untuk memaparkan hasil studi perancangan sistem informasi yang telah kami lakukan beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya, saya tidak terlibat secara penuh pada project ini. Saya hanya terlibat pada bagian akhir dimana saya harus membuat justifikasi analisis hanya berdasarkan data-data sekunder (mengingat data tersebut diambil oleh mantan rekan saya).

Inti dari project ini sebenarnya adalah melakukan analisis pada proses bisnis salah satu unit pelaksana teknis klien kami . Sebagai langkah awal saya coba deskripsikan apa permasalahan yang mereka hadapi pada pelaksanaan UPT tersebut. Setelah masalah teridentifikasi, selanjutnya adalah mengidentifikasi apa potensi yang mereka miliki (dalam konteks TIK). Baru kemudian kamu lakukan analisis yang selanjutnya menghasilkan rekomendasi di bidang TIK sebagai solusi dari permasalahan pada UPT yang dijadikan studi kasus.

4 (empat) pilar utama solusi yang kami tawarkan adalah sebuah sistem informasi dengan kemampuan:
1. Eliminated
SIstem informasi tersebut harus dapat mengeliminasi proses-proses yang tidak diperlukan
2. Simplified
SIstem informasi tersebut harus mudah digunakan.
3. Integrated
SIstem informasi tersebut harus dapat terintegrasi dengan sistem informasi lain yang ada
4. Automated
SIstem informasi tersebut harus dapat mengotomasi proses yang masih dilakukan secara manual

Keempat hal inilah yang sering luput dari pengamatan para pengambil kebijakan, khususnya kebijakan terkait penerapan TIK. Sehingga acap kali TIK dijadikan kambing hitam kegagalan suatu organisasi dalam mencapai sasaran-sasarannya.

Lalu, mana bagian tersulit dalam implementasi TIK pada suatu organisasi ? Jawabannya bukan pada keempat pilar diatas.

Bagian tersulit dari penerapan TIK adalah bagaimana merubah paradigma penggunanya untuk merubah budaya dan kebiasaannya dalam bekerja yang selama ini masih dilakukan secara manual. Perubahan tersebut tidak bisa dilakukan secara radikal, dengan “memaksa” pengguna untuk menggunakan komputer dalam menyelesaikan pekerjaannya sehari-hari. Perubahan paradigma tersebut harus dimulai dari tahap sosialisasi dan dilakukan setahap demi setahap.

Selama resistensi masih mendominasi dan selama cara-cara lama masih dikultuskan sebagai “budaya” yang melekat dalam organisasi, maka selama itu pula penerapan TIK hanya akan menjadi cerita mereka yang dianggap “lebih berteknologi”, tanpa meresapi dan merasakan manfaat TIK bagi kemajuan bangsa ini…

Sebuah pelajaran berharga lagi hari ini:
Pertama:
Kalau kita datang ke klien kita membawa solusi, maka mereka akan mengatakan “jelaskan kepada kami lebih jauh lagi”….
Namun kalau kita datang ke klien kita dengan membawa teori, maka mereka akan menguap (tanda bosan) dan mengatakan “Akan kami pelajari…”
Kedua:
TIK atau teknologi informasi hanyalah sebuah sistem dan alat. Ibarat sebuah perahu yang digunakan nelayan dalam mendapatkan ikan. Kualitas perahu memang mempengaruhi jumlah tangkapan yang dapat diraih oleh si nelayan. Namun yang menjadi faktor penentu adalah kemauan dan keahlian serta pengetahuan nelayan dalam memilih area yang potensial dalam menangkap ikan serta menentukan jenis umpan yang digunakan, sehingga nelayan mendapatkan ikan-ikan besar yang banyak dalam waktu yang tidak terlalu lama (efektif dan efisien). Sehingga, teknologi tidak akan berguna banyak bagi organisasi jika tidak dapat digunakan secara optimal oleh SDM yang dimilikinya…

Sekali lagi, perubahan bukan hanya pada “apa” yang berubah, namun lebih kepada “bagaimana” mewujudkannya…

One Response

  1. Setuju sekali cris memang saat penerapan TIK yang sulit adalah mengubah kultur yang ada, nah disinilah butuh orang2 hebat seperti l yang bisa meyakinkan pihak bisnis, kadang2 orang internal sendiri tidak bisa menjelaskan betapa pentingnya penerapan TIK sehingga TIK hanya dipandang barang mahal yang tidak berguna. padahal salah satu aspek terpenting agar TIK bisa berjalan adalah keterlibatan/kepedulian dari pihak bisnis/eksekutif. nice posting my friends.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: