Balanced Scorecard untuk Institusi Pemerintah

Reformasi Birokrasi pada institusi pemerintah telah bergulir semenjak tahun 2005. Pada gelombang kedua reformasi birokrasi tahun 2010 – 2014 ini, salah satu fondasi yang perlu diperbaiki adalah sistem manajemen kinerja pemerintah dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Namun, bagaimana penerapannya ? lantas apa peran balanced scorecard dalam pengelolaan kinerja pemerintah ?

Manajemen kinerja sendiri merupakan suatu kesepakatan bersama tentang apa yang ingin dicapai, apa ukuran pencapaiannya dan bagaimana mencapainya. Tentu dalam pengelolaan kinerja, pihak manajemen dalam hal ini seluruh pejabat di Kementerian / Lembaga tersebut harus menyepakati tentang sasaran kinerja yang ingin dicapai. Mengapa ini penting ? sebab ketidaksepakatan akan kinerja yang akan dicapai hanya akan menimbulkan perdebatan panjang dan cenderung membiaskan pengelolaan kinerja yang dilakukan

Balanced scorecard merupakan salah satu tools manajemen yang cukup populer digunakan di dunia. Tidak hanya untuk organisasi profit, balanced scorecard juga dapat diterapkan pada instansi pemerintah. Pada prinsipnya, Balanced Scorecard merupakan tools yang digunakan untuk memetakan strategi dan menterjemahkan strategi menjadi rencana aksi. Sehingga, dengan balanced scorecard organisasi dapat mendefinitifkan strategi yang bersifat normatif. Misalnya adalah kalimat “bekerja lebih keras lagi”, suatu statement yang biasa dilontarkan seorang atasan. Apakah “bekerja lebih keras lagi” maksudnya adalah bekerja lebih larut, bekerja dengan keringat bercucuran, atau mengerjakan semua perintah atasan walaupun tidak ada di tugas dan fungsi ? Multitafsir yang muncul akhirnya menyebabkan bawahan akan menterjemahkan dengan pemahamannya masing-masing, sehingga tidak ada suatu standar ukuran yang jelas atas kinerja dan pencapaian karyawan.

Bentuk definitif dari strategi yang normatif diterjemahkan dalam bentuk Key Performance Indicators (KPI). Setiap strategi yang dipetakan menjadi sasaran strategis kedalam perspektif balanced scorecard harus ditentukan ukuran keberhasilannya. Ukuran keberhasilan tersebut harus dapat diukur, realistis dan yang terpenting adalah disepakati bersama.

Blog BSCGambar 1. Peta strategi dalam Balanced Scorecard

Ada 4 (empat) komponen utama Balanced Scorecard yang perlu diperhatikan, yaitu peta strategi, sasaran strategis, KPI dan target serta inisiatif strategis. Peta strategi menggambarkan hubungan antar sasaran strategis yang berada pada perspektif balanced scorecard. Secara generik, untuk pemerintahan terdapat 4 (empat) perspektif balanced scorecard yang biasa digunakan, yaitu perspektif stakeholder, perspektif customer, perspektif internal process dan perspektif learn and growth. Peta strategi dibuat dari atas kebawah, namun cara membacanya dari bawah keatas.

Sasaran strategis pada perspektif learn and growth menggambarkan apa yang harus dimiliki organisasi untuk dapat melakukan proses internal. Teori balanced scorecard sebenarnya mencantumkan 3 (tiga) strategic assets yang harus dimiliki organisasi, yaitu human capital, information capital dan organization capital. Namun untuk institusi pemerintahan, biasanya terdapat 1 (satu) kelompok aset yang dianggap penting untuk dimasukkan, yaitu finansial. Dengan tercapainya seluruh sasaran strategis pada perspektif learn and growth, maka organisasi dapat menjalankan proses internalnya. Sasaran strategis pada perspektif internal process dipetakan berdasarkan value chain organisasi yang sebaiknya didefinisikan terlebih dahulu. Strategi yang disusun dalam Renstra akan menjadi acuan dalam menentukan sasaran strategis pada perspektif ini.

Sehingga, dengan dilakukannya proses internal, maka organisasi dapat memenuhi harapan pelanggannya sebagai output atas tugas pokok dan fungsi yang dibebankan kepada organisasi tersebut. Tidak jarang beberapa Kementerian / Lembaga memiliki beberapa pelanggan (baca : masyarakat yang dilayani) dengan harapan yang berbeda-beda. Untuk itu, maka pada perspektif ini perlu dibuat kelompok pelanggan dengan masing-masing harapan yang harus dipenuhi dan dituangkan dalam sasaran strategis. Sehingga, dengan terpenuhinya ekspektasi pelanggan, maka Kementerian / lembaga tersebut dapat mencapai apa yang menjadi visinya kedepan. Sasaran strategis pada perspektif stakeholder sebenarnya merupakan penjabaran dari visi yang ingin dicapai organisasi.

Masing-masing sasaran strategis yang telah disusun pada peta strategi kemudian didefinitifkan dengan menyusun apa yang menjadi ukuran keberhasilannya (KPI) beserta target yang ingin dicapai. Sehingga, satu sasaran strategis harus memiliki minimal 1 KPI atau lebih, sementara tidak boleh ada KPI yang tidak melekat pada suatu sasaran strategis. Untuk mencapai KPI dan target tersebut, maka disusunlah inisiatif strategis sebagai program kerja strategis yang harus dilakukan. Sehingga, jika mengacu pada definisi kinerja diatas, maka sasaran strategis merupakan apa yang ingin dicapai, KPI dan target adalah ukuran keberhasilannya dan inisiatif strategis merupakan apa yang harus dilakukan agar KPI dapat tercapai.

Sehingga, denga menggunakan balanced scorecard secara konsisten, maka Kementerian / Lembaga dapat melaksanakan program Reformasi Birokrasi ke 8, yaitu akuntabilitas kinerja pemerintah, dimana diharapkan kinerja dapat lebih terukur, jelas siapa mengerjakan apa, dan yang terpenting adalah akuntabilitas dan transparansi dalam menghasilkan kinerja yang optimal dapat terwujud.

One Response

  1. […] saya tuliskan pada tulisan saya sebelumnya tentang balanced scorecard untuk institusi pemerintahan (https://hech61.wordpress.com/2014/02/07/balanced-scorecard-untuk-institusi-pemerintah/). Satu sasaran strategis (yang masih bersifat normatif) perlu ditentukan ukuran keberhasilannya […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: