Masalah dalam penelitian

Beberapa waktu yang lalu, seorang mahasiswa menghadap saya dan bertanya

Mahasiswa : Pak, saya mau melakukan penelitian tentang dampak implementasi information technology (IT) terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
Saya : Ok, topik yang menarik mas.. lantas ?
Mahasiswa : Saya punya masalah pak terkait penyusunan proposal penelitian.
Saya : Loh, apa masalahnya ?
Mahasiswa : Masalah saya adalah saya tidak tahu pak bagaimana caranya membuat permasalahan penelitian dalam bentuk suatu pertanyaan penelitian (Research Question / RQ)
Saya : (terdiam)

Fenomena ini seringkali kita hadapi manakala akan melakukan penelitian, khususnya applied research. Sebenarnya, kendala terbesar dalam mencari masalah penelitian adalah tidak tahu apa itu masalah. Sebenarnya definisinya simple, masalah adalah perbedaan antara ekspektasi dan fakta. Namun dalam konteks penelitian, tentu ekspektasi dan fakta ini harus dibuktikan dengan data yang akurat.

Misalnya, untuk kasus pertanyaan mahasiswa diatas, maka simulasi berikut memaparkan bagaimana membuat permasalahan penelitian.

PT. XYZ telah melakukan implementasi IT semenjak tahun 2005. Biaya yang dikeluarkan mulai dari implementasi hingga maintenance cukup besar. Berdasarkan wawancara dengan DIrektur utamanya, ternyata direktur tersebut merasa bahwa dia belum tau dampak apa yang sudah ditimbulkan IT terhadap pertumbuhan bisnisnya (fakta : berdasarkan hasil wawancara – data primer). Sebagai direktur, tentu ia berharap tingkat pengembalian (return) terhadap investasi yang sudah dikeluarkannya, walaupun ia menyadari bahwa return tersebut tidak selalu berbentuk tangible (Ekspektasi : Hasil wawancara – Data Primer).

Sehingga permasalahannya adalah : belum diketahui apakah implementasi IT memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan

Untuk sampai pada permasalahan penelitian, sebelumnya peneliti perlu melakukan semacam survey atau observasi pendahuluan guna menangkap fenomena menarik apa yang dapat ditarik menjadi permasalahan dalam penelitian yang akan dilakukannya. Selanjutnya, baru dikumpulkan data pendukung terkait fakta dan ekspektasi, dan terakhir merumuskan permasalahan penelitian yang merupakan kesenjangan antara fakta dan ekspektasi. Peneliti juga dapat menggunakan tools tambahan seperti fishbone diagram untuk menemukan akar permasalahan yang dipilih menjadi research question. Tentunya hal ini akan bekerja dengan baik ketika peneliti mencari permasalahan berdasarkan fenomena yang ditemuinya pada saat survey atau observasi pendahuluan, bukan mencari permasalahan (fakta dan ekspektasi) atas research question yang sudah ditentukan sebelumnya.

Selamat meneliti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: